"Nasehat Untukmu Wahai Wanita Muslimah" oleh Ustadzah Intan Prameswari حفظها الله تعالى (Alumnus Kuliah Al-Haram Masjid Nabawi)




 

📚Kajian Muslimah

Bersama 👑 Ustadzah Intan Prameswari حفظها الله تعالى 

📖🏅📖🏅📖🏅 



Bismillah,

 Pembahasan kita hari ini Insya Allah tentang nasehat untuk kita sebagai wanita muslimah.



MUQADDIMAH 



💎4 golongan orang-orang yang dikecualikan dalam kerugian dalam Surah Al-Ashr 

وَالْعَصرِۙ ١
Demi masa,

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسرٍۙ ٢
sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian,


اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ ٣
kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

1. Orang orang beriman

2. Orang yang beramal sholih

3. Saling nasihat menasihati dalam kebenaran

4. Saling berwasiat dan menasehati dalam kesabaran



Agama kita adalah agama yang kaffah “sempurna”.  Apa yang diperintahkan kepada kaum laki laki itu juga nasihat untuk kaum perempuan. Namun ada poin-poin khusus yang perlu diperhatikan oleh kaum muslimah hingga hari akhir.

Hendaknya kita senantiasa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita dan nikmat terbesar itu adalah berada di atas agama ini. Sebagaimana dalam surah Ali Imran : 19,

{إن الدين عند الله الإسلام }
} Sesungguhnhya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam }

6 ASAS PENTING YANG PERLU DIKETAHUI DAN DIINGAT OLEH SEORANG WANITA

1️⃣ Hendaklah engkau muslimah mengetahui dengan sebenar-benarnya keyakinan dan pengetahuan bahwasanya sebaik-baiknya hukum dan sesempurna-sesempurnanya hukum adalah hukum-hukum Allah. Rabb yang menciptakan kaum muslimin, muslimat, dan orang kafir.
Allah lebih tahu tentang kita dan yang paling mengetahui tentang apa yang Dia ciptakan, bahkan Dia lebih dekat dengan kita. Sebagaimana dalam firmanNya dalam surah Al-Baqarah : 186

{ وإذا سألك عبادي عني فإني قريب }
{ Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat }

Dan firman Allah dalam surah Qaf : 16
{ ونحن أقرب إليه من حبل الوريد }
{Dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya} 
Allah sajalah yang tau bagaimana diri kita. Betapa bodohnya orang yang merasa kurang dan berat dengan hukum-hukum Allah yang selalu merasa apa yang dia rasa itu baik, lebih baik dari hukum Allah. Padahal cepat atau lambat seseorang akan paham bahwa hukum Allah adalah hukum yang paling sempurna dan yang paling baik.




Allah berfirman dalam surah al-Maidah : 50,
{ أفحكم الجاهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما لقوم يوقنون } 
 { Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)? }

2️⃣ Hendaknya engkau wanita muslimah,  memahami bahwasanya kebahagiaan dan kehormatanmu berkaitan erat dengan agamamu dan dengan ketaatanmu kepada Allah juga seberapa berpegangnya engkau kepada hukum-hukum-Nya dan syariat-syariat-Nya dan bahwasanya engkau akan mendapatkan kebahagiaan sesuai dari bagianmu dari keistiqamahan.
Tidak ada seorangpun yang hidup di dunia ini yang tidak menginginkan kebahagiaan. Jika kita merasa hampa, merasakan kesedihan dalam diri kita maka lihat bagaimana hubungan kita dengan Rabb kita. Jika kita jauh, maka hal itulah penyebab kehampaan dan kesedihan tadi, maka berusahalah untuk dekat kepada Allah dengan melakukan ketaatan. Karena ada kebahagiaan yang tak terkira di dalam ketaatan tersebut.

3️⃣ Hendaklah engkau wanita muslimah, berhati-hati dan memahami dengan penuh kesadaran, bahwasanya seorang muslimah di dalam kehidupan ini mempunyai musuh yang sangat banyak yang berusaha mencoreng kehormatannya dan merusak kebahagiaannya serta menjatuhkannya dalam jurang kehinaan dan kebinasan
Diantara cara orang kafir merusak islam adalah menjauhkan mereka dari Al-Qur’an dan merusak kaum muslimah. Hal ini menjelaskan bahwa peran wanita itu penting dalam Islam. Jika wanta telah rusak, maka rusak pula tatanan Islam. Jadi hendaknya kita berusaha untuk bertahan dan tidak mengikuti godaan syaitan.
Sebagaimana firman Allah dalam surah Fatir : 6 yang artinya,
{ إن الشيطان لكم عدو فاتخذوه عدوا إنما يدعوا الشيطان حزبه ليكونوا من أصحاب السعير }
“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesunggunya syaitan-sayitan hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”



Karena tujuan syaitan adalah menghancurkan kita dan di akhirat nanti syaitan akan berlepas diri dari mereka yang mengikuti godaannya.

4️⃣ Hendaklah engkau wahai ukhti muslimah, beriman dengan keimanan yang kuat bahwasanya taufik dan keistiqomahan kebaikan serta keberkahan dan kemuliaan itu berada di tangan Allah semata.

Artinya, setelah kita berusaha berikhtiar istiqomah di atas agama Allah maka kita harus yakin bahwa kebaikan yang kita lakukan itu datang dari tangan Allah Subhanahu wa ta’ala saja. Karena segala sesuatu itu ada atas izin Allah. Jika Allah menginginkan kita mulia maka kita akan mulia, namun jika Allah ingin menghinakan kita, maka akan hina pulalah keadaan kita. 

Sebagaimana dalam firman Allah  }surah al-Hajj : 18 artinya,
{ ألم تر أن الله يسجد له من في السموات ومن في الأرض والشمس والقمر والنجوم والجبال والشجر والدوآب وكثير من الناس وكثير حق عليه العذاب ومن يهن الله فما له من مكرم إن الله يفعل من يشآء

“{ Apakah kamu tidak mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak diantara manusia yang telah ditetapkan adzab atasnya. Dan barngsiapa yang dihinkan allah lantas tidak seiorangpun memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki }.

Bukan berarti kita tidak perlu berusaha, karena sesungguhnya Allah melihat usaha kita, jika Allah melihat usaha kita maka Allah tidak akan dzolim kepada hambaNya.
 Jika ada orang yang terlihat ‘alim akan tetapi akhirnya dia dihinakan oleh Allah, maka bisa saja ada di antara amalannya di saat sendiri yang mengundang murka Allah ‘azza wa jalla sehingga pada akhir hayatnya Allah hinakan dia dengan kebinasaan.
Maka bertakwalah kepada Allah dan senantiasalah berdoa kepada Allah agar memberikan kita keistiqomahan, agar Allah bersihkan hati kita dan menjauhkan kita dari merasa puas akan amalan yang kita lakukan. Karena tanpa berdoa dan meminta kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aala, maka amalan-amalan tersebut tidak akan mungkin kita lakukan.
Perkuatlah hubungan kita dengan Allah, mintalah dan berdoalah kepada Allah kapanpun dan dimanapun. Barangsiapa yang berdoa dengan jujur, maka akan Allah kabulkan.

DOA MEMPERBAIKI URUSAN DI DUNIA DAN AKHIRAT  

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

 [Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah penanganan agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah perlindungan duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah perlindungan akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan sebagai tambahan kebaikan untukku dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala keburukan (HR. Muslim no. 2720)



5️⃣ Hendaklah engkau wahai ukhti muslimah, menjadikan perhatian terbesarmu dalam kehidupan adalah agar engkau mendapatkan kemuliaan di sisi Allah dan agar engkau mendapatkan kebahagiaan dengan ridho Allah, serta agar engkau bahagia dengan apa yang Allah siapkan yaitu surga.



Fokuslah wahai muslimah untuk mendapatkan ridho Allah, tidak usah pikirkan hal-hal lain dari kesibukan dunia. Jika seorang muslimah menempatkan ridho Allah di pelupuk matanya, di seluruh gerak-geriknya, maka di setiap perbuatan dan perkataan dia akan bertanya terlebih dahulu di dalam hatinya apakah Allah ridho akan amalan ini ? Apakah hal ini dapat memasukkan ke surga ? Ia akan menjadikan neraca amalannya adalah ridho Allah dan barometernya adalah surga Allah.

Firman Allah dalam surah Al-Hujurat : 13

 { يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ } 

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Siapakah orang yang paling mulia?” “Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara mereka”, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
(HR. Bukhari no. 4689)

Allah melihat kepada hati-hati kita. Sebagaimana kita memperindah wajah kita karena dilihat oleh manusia maka selayaknya kita lebih memperindah hal yang Allah lihat yaitu hati. Apakah kita tidak malu jika Allah melihat kepada hati kita kemudian hati kita dalam keadaan hitam, kelam dan penuh dengan dosa? Maka berusalah untuk terus membersihkan hati dari kotoran maksiat.



6️⃣ Hukum-hukum syariat yang berkaitan dengan wanita di dalam agama itu sama seperti hukum-hukum umum lainnya. (pasti dan tidak ada kedzoliman di dalamnya).

Hukum Allah adalah sebaik-baik hukum. Orang yang mengatakan bahwa hukum Allah mendzolimi wanita maka itu disebabkan ketidaktahuan mereka akan nikmat yang ada di dalam hukum Allah yang diperintahkan untuk wanita. 

Emansipasi dalam Islam adalah bahwa wanita dan pria boleh sama di dalam ketaatan dan berlomba lomba mendekatkan diri kepada Allah.
Allah ta’ala berfirman di dalam surat An-Nisa ayat 34 : 
{ الرجال قوامون على النسآء بما فضل الله به بعضهم على بعض وبما أنفقوا من أموالهم فالصالحات قانتات حافظات للغيب بما حفظ الله }

} Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab atas para perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka).  {

Allah berfirman dalam surah al-Ahzab ; 36 yang artinya, 
     { وما كان لمؤمن ولا مؤمنة إذا قضى الله ورسوله أمرا أن يكون لهم الخيرة من أمرهم }
“Dan tidakklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka }



PENUTUP

Itulah 6 asas yang harus diperhatikan oleh wanita-wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Sesungguhnya sesorang dapat patuh kepada Allah karena iman (yakin bahwa kebahagiaan haqiqi ada pada ketaatan) jika poin ini dipahami dengan benar maka akan membuat kita mudah dalam melakukan ketaatan.
InsyaAllah ketika seorang muslimah berpegang kepada 6 asas ini maka dia akan senantiasa berada dalam ridho Allah dan kebahagiaan.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ 

[Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah penanganan agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah perlindungan duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah perlindungan akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah perlindungan dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan! 

(HR. Muslim no. 2720)

Semoga Allah Ta'ala membimbing selalu diri kita sebagai wanita muslimah menjadi wanita shalihah dan juga selalu istiqomah dalam kebaikan.
 
( 6 Asas ini dapat dilihat dan dirujuk pada muhadhoroh yang pernah disampaikan oleh Syekh Abdurrazzaq Al-Badr dan beliau cantumkan di dalam kitab beliau yang berjudul : ( Arrasaail tahummu Al-Mar’ah Al-Muslimah )


Wallahu A'lam.

بارك الله فيكن. نسأل الله السلامة والعافية

📖🏅📖🏅📖🏅



Hari dan Tanggal : Selasa, 6 Desember 2022

Pukul : 23.00

Penulis ; Tim Wlingi Mengaji (Qoulan Sadida)
Artikel ini sudah dibaca dan disunting oleh pemateri kajian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENATA DIRI DI MASA PENANTIAN