MENATA DIRI DI MASA PENANTIAN



Kajian Syawal Series

”Menata Diri di Masa Penantian"

Ustadzah Siwi Ummu Nabilah


Bagaimana menata diri di masa penantian?

         Perlu kita ketahui bahwa menikah itu adalah rezeki dan sudah menjadi ketetapan dari Allah subahanahu wata’ala, semua perkara yang terjadi di muka bumi ini, telah Allah tetapkan jauh jauh hari. Bahkan 50.000 tahun sebelum alam semesta ini di ciptakan.

         Taqdir seorang hamba itu telah ditetapkan. Maka ini adalah hal pertama yang wajib kita yakini bahwa apapun yang dialami manusia, baik itu menyangkut rezeki, ajal, hingga urusan menikah, itu merupakan suatu ketetapan dari Allah subahanahu wata’ala. 

Sebagaimana hadis dari Nabi ﷺ yang artinya:
"Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah itu adalah pena. Doa berfirman kepadanya, 'Tulislah!'. Pena Bertanya,'Wahai Rabbku apa yang harus aku tulis?' Maka Allah berfirman, 'Tulislah ketentuan segala sesuatu sampai hari kiamat tiba'."

Maka segala sesuatu yang telah Allah tetapkan dimuka bumi ini, semua tidak terlepas dari ketentuan Allah.
 
     Maka tugas kita adalah kita wajib untuk mengimani, bahwa hanya segala sesuatu itu semua ketetapan dari Allah subhanahu wata’ala, termasuk salahkan satunya ialah menikah, begitu pula dalam hadis yang lain, yang ada dalam hadits arbain nawawi, berbunyi:

   "Sesungguhnya setiap kalian itu dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai sebagai setetes mani selama 40 hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama 40 hari, kemudian diutus kepadanya seorang malaikat, lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan 4 perkara yaitu :
1. Menetapkan rezekinya, 
2. Menetapkan ajalnya
3. Menetapkan amalnya
4. Menetapkan kebahagiaan atau kesusahannya."

     Dari sini kita dapati bahwa dari keempat poin diatas, ini merupakan ketetapan dari Allah subhanahu wata’ala. Maka menikah itu adalah bagian dari rezeki, atau juga bisa menjadi kebahagiaan seorang hamba, maka itu semua sudah ditetapkan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Sibuk Menyiapkan Diri dan Menata Hati

     Ketika kita sudah meyakini, bahwasanya Allah menetapkan suatu perkara kepada kita, selayaknya setelah kita yakin hal tersebut datangnya dari Allah subhanahu wata’ala, Maka janganlah kita iri dengan pencapaian orang lain. Dan yg paling parahnya yaitu berharap hilangnya nikmat tersebut dari orang lain.

     Masing masing orang telah Allah tetapkan jatah bagian sesuai dengan hikmahnya, maka rezekinya itu tdk akan bertambah atau berkurang dari ketetapan Allah. Maka inilah jawaban dari pertanyaan, mengapa mereka cepat nikah? padahal penampilannya biasa biasa saja, tapi kenapa dia cepat menikah daripada saya?, Saya sudah bolak balik cari wasilah, cari perantara untuk bisa menikah, tapi kenapa sampai sekarang belum menikah menikah juga, apa kurang saya?

     Maka tidak perlu sampai semacam ini, sampai overthinking seperti ini, kita hanya cukup yakini bahwa perkara menikah ini itu telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, Allah yg maha mengetahui kapan menikahnya seorang hamba, dengan cara apa dia akan berpisah dengan siaminya, apakah maut ataupun dengan cara yg lain, dan yakinlah bahwa tidak ada yang buruk dari apa yg telah Allah tetapkan. sehingga hati kita itu semakin lapang, dan akan membuat kita sibuk menggunakan waktu kita dengan hal yang bermanfaat.

Sebab-sebab atau Kunci didatangkannya Rezeki

       Adapun yang harus kita ketahui ialah sebab-sebab datangnya rezeki kepada kita, berikut 3 sebab dari sekian banyak sebab datangnya rezeki, sebagai berikut:

1. Memohon ampun dan beristighfar kepada Allah subhanahu wata’ala.
2. Bertawakal kepada Allah subhanahu wata’ala.
3. Bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala.


Cara Menata Diri di Masa Penantian 

  1.  Mempersiapkan diri agar menjadi pribadi yang sholihah dan siap mengemban tambahan amanah sebahai istri dan ibu. Karena setiap pribadi muslimah itu ketika sudah baligh, maka dia lantas dikenai hukum pembebanan syariah, seperti syariah sholat, puasa, zakat dan kewajiban" lainnya yg dibebankan untuk setiap muslim
  2. Ketika seorang muslimah ingin menikah, maka muslimah tersebut harus siap mengemban amanah tambahan, dan statusnya sudah berubah menjadi seorang istri yang diharapkan mampu melahirkan generasi" yang soleh dan sholehah, maka seorang istri harus menyiapkan diri untuk menjadi seorang ibu.Hal yang wajib seorang istri/ibu lakukan ialah: Mentaati suaminya dalam perkara yang makruf. Mendidik anak/generasi berikutnya.
  3. Mempersiapkan dengan Ilmu. Untuk mampu menciptakan generasi generasi yang sholih sholihah, maka diperlukan seorang ibu yang Mempunyai ilmu yang cukup. Maka sebelum menikah. Seorang calon ibu minimal harus mengetahui ilmu berikut :
  • Aqidah dan tauhid (pondasi baik buruknya amal ibadah)
  • Fiqih harian
  • Fiqih pernikahan
  • Manajemen keuangan
  • Ilmu Skill muslimah
  • Ilmu kesehatan dasar
  • Ilmu pendidikan dasar untuk anak

Sebagai seorang muslimah, minimal kita sudah menguasai ilmu-Ilmu yang ada diatas, dan yang lebih penting lagi adalah jangan lupa untuk selalu berdoa, karena Allah pasti akan mengabulkan doa hambanya, baik itu secara langsung maupun dimasa mendatang. Karena semua ada ditangan Allah, Allah lah yang menetapkan semuanya. Dan berprasangka baiklah selalu kepada Allah. Karena Allah subahanahu wata’alah itu pasti selalu memberikan yang terbaik untuk hambanya.


Wallahua'lam 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Nasehat Untukmu Wahai Wanita Muslimah" oleh Ustadzah Intan Prameswari حفظها الله تعالى (Alumnus Kuliah Al-Haram Masjid Nabawi)